Selasa, 23 Juli 2019

Cara Kompres Ukuran File Menjadi lebih kecil

Hai... Temen-temen
Kali ini saya mau post tentang cara mengompres ukuran file menjadi lebih kecil, baik itu file pdf, doc/docx, jpg, png dan format file lainnya.
Terkadang kita perlu mengompress file agar ukurannya menjadi kecil. Sering dikarenakan tuntutan dari sebuah perusahaan ketika kita akan melamar pekerjaan dan harus mengupload file..
Nah tanpa banyak kata-kata lagi yuk ikuti tour ini...

Pertama, Siapkan file yang akan kalian kompress
Ke dua, Masuk browser kalian (*terserah mau pakai platform apa)


Ke tiga, Silahkan Kunjungi tautan tersebut Smallpdf.com 
Ke empat, Klik Pilih file, lalu cari folder tempat Anda menyimpan file yang akan dikompres, setelah terpilih Klik Open

Ke Lima, Tunggu Proses Kompresnya, Jika sudah selesai klik Download. Maka akan terdownload secara otomatis


Ke Enam Jika Anda ingin mengkompres lagi, Klik pada icon kompres kembali


Terimakasih.. Semoga bermanfaat...



Sumber.
*Gambar saya screenshot dari website resmi https://smallpdf.com/id/mengompres-pdf
Share: 

Soal dan Jawaban Mengenai Sistem Pakar Part2


Haii... Semua...
Kali ini kita akan mulai sekmen menjawab soal part2 setelah sebelumnya yaa... Temanya masih sama seperti kemarin masih ngomongin sistem pakar heheheh...
Ok kita mulai saja tanpa banyak cingcong...

Soal
1. Jelaskan definisi dari sistem pakar?
2. Sebutkan kelebihan dan kelemahan sistem pakar?
3. Jelaskan bentuk dari sistem pakar?
4. Jelaskan metode inferensi sistem pakar?
5. Berikan contoh dan jelaskan implementasi pada sistem pakar?

Jawab
Soal no 1
Sistem pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggabungkan pangkalan pengetahuan base dengan sistem inferensi untuk menirukan seorang pakar. Atau sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang bisa dilakukan para ahli.


Soal no 2
Kelebihan Sistem Pakar
-. Menghimpun data dalam jumlah yang besar.
-. Menyimpan data tersebut dalam jangka waktu yang lama dalam bentuk tertentu.
-. Mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat serta mencari kembali data yang tersimpan dengan kecepatan tinggi.
-. Meningkatkan produktivitas.
-. Membuat seorang yang awam bekerja seperti layaknya seorang pakar. 
-. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
-. Mampu menangkap kepakaran dan kemampuan seseorang.
-. Dapat beroperasi dilingkungan yang berbahaya.
-. Memudahkan akses pengetahuan seorang pakar.
-. Andal.
-. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
-. Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti, selama konsultasi dengan sistem pakar tetap akan memberikan jawabannya.
-. Bisa digunakan sebagai media pelengkap dalam pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan sistem pakar akan menjadi lebih berpengalaman karena adanya fasilitas penjelas yang berfungsi sebagai guru. 
-. Meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah karena mengambil dari sumber pengetahuan dari banyak pakar.

Kelemahan Sistem Pakar
-. Penegtahuan tidak selalu bisa dapat digunakan dengan mudah. Karena pendekatan yang dibuat oleh satu pakar dengan pakar yang lainnya berbeda.
-. Untuk membuat sistem yang berkualitas sangat sulit dan memerlukan biaya yang tinggi.
-. Sistem pakar tidak 100% benar, perlu diuji ulang sebelum digunakan. Dalam hal ini peranan manusia merupakan faktor dominan.


Soal no 3
Bentuk sistem pakar yaitu
Berdiri Sendiri, Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdiri sendiri tidak bergabung dengan software yang lainnya.
Tergabung, Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung dalam suatu algoritma konvensional atau merupakan program untuk memanggil algoritma sub rutin lain.
Menghubungkan Software yang Lainnya, Bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya dengan DBMS (Data Base Management System).
Sistem Mengabdi, Sistem pakar merupakan bagian dari komputer khusus yang dihubungkan pada suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem pakar untuk membantu menganalisis data radar.

Soal no 4
Metode Inferensi merupakan suatu cara penarikan kesimpulan yang dilakukan oleh mesin inferensi dalam menyelesaikan masalah. Secara umum metode inferensi dalam sistem pakar terdiri atas: Forward Chaining, Backward Chaining, Metode Dempster Shafer, Metode Teorema Bayes, Metode Certainty Factor, Metode Case Based Reasoning.


Soal no 5
Contoh dan Implementasi Sistem Pakar
-. Aplikasi Mycin (untuk diagnosis penyakit)
-. Aplikasi Dendral untuk mengidentifikasi struktur molekul campuran yang tak dikenal.
-. Aplikasi Sophie untuk analisis sirkuit elektronik.
-. Prospector untuk bidang geologi, untuk membantu mencari dan menemukan deposit.
-. Folio untuk membantu memberikan keputusan seorang menejer dalam stok dan investasi.
-. Delta untuk pemeliharaan lokomotif listrik diesel.

Terimaksih dan Semoga Bermanfaat...

Sumber.
Azmi, Zulfian, S.T., M. Kom,. & Verdi Yasin, S. Kom,. M. Kom,. (2017). Pengantar Sistem Pakar dam Metode (Intruduction of Expert System and Methods). Jakarta: Mitra Wacana Media.
Share: 

Senin, 22 Juli 2019

Dasar Sistem Pakar - Teknik Inferensi Forward Chaining


Sistem pakar forward chaining berbasis aturan dapat di modelkan seperti gambar berikut ini.

Operasi dari sistem forward chaining dimulai dengan memasukan sekumpulan fakta yang diketahui kedalam memori kerja (working memory), kemudian menurunkan fakta baru berdasarkan aturan yang premisnya cocok dengan fakta yang diketahui. Operasi tersebut dapat digambar seperti berikut ini.


Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat sistem forward chaining berbasis aturan yaitu:

Pendefinisian Masalah
Tahap ini meliputi pemilihan domain masalah dan akuisisi pengetahuan.

Pendefinisian Data Input
Sistem forward chaining memerlukan data awal untuk memulai inferensi.

Pendefinisian Struktur Pengendalian Data
Aplikasi yang kompleks memerlukan premis tambahan untuk membantu mengendalikan pengaktifan suatu aturan.

Penulisan Kode Awal
Tahap ini berguna untuk menentukan apakah sistem telah menangkap domain pengetahuan secara efektif dalam struktur aturan yang baik.
 
Pengujian Sistem
Pengujian sistem dilakukan dengan beberapa aturan untuk menguji sejauh mana sistem berjalan dengan benar.

Perancangan Antarmuka
Antarmuka adalah suatu komponen penting dari suatu sistem. Perancangan antarmuka dibuat bersama-sama dengan pembuatan basis pengetahuan.
 
Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem meliputi penambahan antarmuka dan pengetahuan sesuai dengan prototype sistem.

Evaluasi Sistem
Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem dengan masalah yang sebenarnya. jika sistem belum berjalan dengan baik maka akan dilakukan pengembangan kembali.

Terimakasih.. Semoga bermanfaat...


Sumber.
Hayadi, B. Herawan, S. Kom., M. Kom,. & Prof. Dr, Kasman Rukun. (2016). What Is Expert System. Yogyakarta: Deepublish
Share: 

Dasar Sistem Pakar - Komponen dan Rule Sebagai Teknik Representasi Pengetahuan Sistem Pakar


Komponen Sistem Pakar
Sebuah program sistem pakar terdiri atas beberapa komponen yang mutlak harus ada. Komponen itu adalah sebagai berikut:

Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Basis pengetahuan merupakan inti program sistem pakar karena basis pengetahuan ini merupakan representasi pengetahuan (Knowledge representation) dari seorang pakar.

Basis Data
Basis data adalah bagian yang mengandung semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem memulai beroperasi maupun fakta yang didapatkan pada saat pengambilan kesimpulan sedang dilaksanakan.

Mesin Inferensi
Adalah bagian yang mengandung mekanisme fungsi berfikir dan pola penalaran sistem yang digunakan seorang pakar. Mekanisme ini akan menganalisa suatu masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Mesin inferensi memulai pelacakannya dengan mencocokan kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta yang ada dalam basis data. Ada dua teknik inferensi yang ada yaitu pelacakan kebelakang (backward chaining) yang memulai penalaran dari kesimpulan hipotesa menuju fakta yang mengandung hipotesa tersebut. Dan yang kedua yakni pelacakan kedepan (Forward Chaining) yang merupakan kebalikan dari pelecakan kebelakang yaitu memulai dari sekumpulan data menuju kesimpulan.



Kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh 3 macam teknik penelusuran yaitu: Deft-first Search melakukan penulusan kaidah secara mendalam dari simpul akar bergerak menurun ketingkat mendalam yang beruntun. Breadth-first Search bergerak dari simpul akar, simpul pada setiap tingkat diuji sebelum pindah ketingkat selanjutnya. Best-first search bekerja berdasarkan kombinasi kedua metode sebelumnya.

Antar Muka Pemakai (User Interface)
Adalah bagian penghubung antara program sistem pakar dengan pemakainya. Pada bagian ini akan terjadi dialog antara program dengan pemakai. Program akan mengajukan pertanyaan berbentuk "Ya / Tidak" (yes or no question) atau berbentuk menu pilihan melalui jawaban yang diberikan oleh pemakai, sistem pakar akan mengambil kesimpulan yang berupa informasi ataupun anjuran sesuai dengan sifat dari sistem pakar.

Rule Sebagai Teknik Representasi Pengetahuan
Setiap rule terdiri dari dua bagian, yaitu bagian IF disebut evidence (fakta-fakta) dan bagian THEN disebut hipotesis atau kesimpulan. T. Sutojo, 2010.
Syntax Rule adalah:

IF E THEN H
E : Evidence (fakta-fakta) yang ada
H : Hipotesis atau kesimpulan yang dihasilkan

Secara umum, rule mempunyai evidence lebih dari satu yang dihubungkan oleh kata penghubung AND atau OR, atau kombinasi keduanya. Tetapi sebaiknya biasakan menghindari penggunaan AND dan OR secara sekaligus dalam satu rule.

IF (E1 AND E2 AND E3 .................... AND En) THEN          H
IF (E1 OR E2 OR E3 ............................. OR En) THEN          H

Suatau evidence bisa juga mempunyai hipotesis lebih dari satu.

IF  E  THEN  (H1  AND  H2  AND  H3 .......... AND  Hn)

Terimakasih dan Semoga Bermanfaat..

<<-Sebelumnya       Selanjutnya->>


Sumber.
Hayadi, B. Herawan, S. Kom., M. Kom,. & Prof. Dr, Kasman Rukun. (2016). What Is Expert System. Yogyakarta: Deepublish
Share: 

Dasar Sistem Pakar - Klasifikasi dan Konsep Dasar Sistem Pakar



Klasifikasi Sistem Pakar
Klasifikasi sistem pakar berdasarkan kegunaannya menurut Siswanto, 2004 yaitu:

Diagnosis:
1. Digunakan untuk merekomendasikan: Obat untuk orang sakit, kerusakan mesin, kerusakan rangkaian elektronik.
2. Menemukan apa masalah/kerusakan yang terjadi.
3. Menggunakan pohon keputusan (decision tree) sebagai representasi pengetahuannya.

Pengajaran:
1. Digunakan untuk pengajaran, mulai dari SD sampai dengan PT.
2. Membuat diagnosa apa penyebab kekurangannya dari siswa, kemudian memberikan cara untuk memperbaikinya.

Interpretasi:
Untuk menganalisa data yang tidak lengkap, tidak teratur dan data yang kontradiktif. Misalnya: untuk interpretasi citra.

Prediksi:
1. Contoh: bagaimana seorang pakar meteorologi memprediksi cuaca besok berdasarkan data-data sebelumnya.
2. Untuk peramalan cuaca.
3. Penentuan masa tanam.

Perencanaan:
1. Mulai dari perencanaan mesin-mesin sampai dengan manajemen bisnis.
2. Untuk menghemat biaya, waktu dan material, sebab pembuatan model.
3. Sudah tidak diperlukan.
4. Contoh: Sistem kontigurasi komputer.

Kontrol:
1. Digunakan untuk mengontrol kegiatan yang membutuhkan presisi waktu tinggi.
2. Misal: Pengontrolan pada industri-industri berteknologi tinggi.

Konsep Dasar Sistem Pakar
Sistem pakar terdiri dari beberapa konsep yang harus dimilikinya. Konsep dasar dari sistem pakar sebagai berikut:

Keahlian
Adalah suatu pengetahuan khusus yang diperoleh dari latihan, belajar dan pengetahuan. Pengetahuan dapat berupa fakta, teori, aturan strategi global untuk memecahkan masalah.

Ahli (Expert)
Melibatkan kegiatan mengenali dan memformulasikan permasalahan, memecahkan masalah secara cepat, dan tepat, menerangkan pemecahannya, belajar dari pengalaman, merestrukturisasi pengetahuan, memecahkan aturan serta menentukan relevansi.

Mentransfer Keahlian (Transfering Expertise)
Adalah proses pentransferan keahlian dari seorang pakar kedalam komputer agar digunakan oleh orang lain yang bukan pakar. Pengetahuan tersebut ditempatkan kedalam sebuah komponen yang dinamakan basis pengetahuan.

Menyimpulkan aturan (Inferencing Rule)
Merupakan kemampuan komputer yang telah diprogram. Penyimpanan ini dilakukan oleh mesin inferensi yang meliputi prosedur tentang penyelesaian masalah.

Peraturan (Rule)
Diperlukan karena mayoritas dari sistem pakar bersifat rule-based systems, yang berarti pengetahuan disimpan dalam bentuk peraturan.

Kemampuan Menjelaskan (Explanation Capability)
Adalah karakteristik dari sistem pakar yang memiliki kemampuan menjelaskan atau memberi saran mengapa tindakan tertentu dilanjutkan atau tidak dilanjutkan.


Terimakasih dan semoga bermanfaat..


Sumber.
Hayadi, B. Herawan, S. Kom., M. Kom,. & Prof. Dr, Kasman Rukun. (2016). What Is Expert System. Yogyakarta: Deepublish
Share: 

Minggu, 21 Juli 2019

Dasar Sistem Pakar - Kegunaan dan Ciri Sistem Pakar


Setelah sebelumnya saya membahas dasar sistem pakar dan pengertiannya, kali ini saya akan membahas atau memposting bagian kegunaan dan ciri pada sistem pakar
Kenapa saya membahas ini? Karena semua yang ada di dunia memiliki kegunaannya masing-masing dan memiliki ciri masing-masing juga.. Maka dari itu saya menulis dan membahas ini.
Langsung saja...

Kegunaan Sistem Pakar
Kegunaan sistem pakar didalamnya memiliki 2 buah sub yaitu manfaat dan kekurang.

Manfaat Sistem Pakar
Sistem pakar menjadi sangat populer karena sangat banyak kemampuan dan manfaat yang diberikannya. (T. Sutojo, 2010).
1. Meningkatkan produktivitas, karena sistem pakar dapat bekerja lebih cepat daripada manusia.
2. Membuat seseorang yang awam bekerja seperti layaknya seorang pakar.
3. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
4. Mampu menangkap pengetahuan dan kepakaran seseorang.
5. Memudahkan akses pengetahuan seorang pakar.
6. Bisa digunakan sebagai media pelengkap dalam pelatihan. Penggina pemula yang bekerja dengan sistem pakar akan menjadi lebih berpengalaman karena adanya fasilitas penjelas yang berfungsi sebagai guru.
7. Meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah karena sistem pakar mengambil sumber pengetahuan dari banyak pakar.

Kekurangan Sistem Pakar
Selain manfaat, ada juga beberapa kekurangan yang ada pada sistem pakar, diantaranya:
1. Biaya yang sangat mahal untuk membuat dan memeliharanya.
2. Sulit dikembangkan karena keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar.
3. Sistem pakar tidak 100% benar.


Ciri pada Sistem Pakar
Ciri-ciri sistem pakar adalah sebagai berikut:
1. Terbatas pada domain keahlian tertentu.
2. Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.
3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikan dengan cara yang dapat dipahami.
4. Berdasarkan kaidah atau rule tertentu.
5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.
6. Pengetahuan dan mekanisme inferensi jelas terpisah.
7. keluarannya bersifat anjuran.
8. Sistem dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai dituntun oleh dialog dengan pemakai.

Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Sumber.
Hayadi, B. Herawan, S. Kom., M. Kom,. & Prof. Dr, Kasman Rukun. (2016). What Is Expert System. Yogyakarta: Deepublish
Share: 

Pengertian Metode Pelacakan Kedepan (Forward Chaining) Menurut Para Ahli


Pada sistem pakar berbasis rule, domain pengetahuan direpresentasikan dalam sebuah kumpulan rule berbentuk IF-THEN, sedangkan data dipresentasikan dalam sebuah kumpulan fakta-fakta tentang kejadian saat ini.

Pengertian Forward Chaining
Metode Forward Chaining adalah metode pencarian atau teknik pelacakan kedepan yang dimulai dengan informasi yang ada dan penggabungan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau tujuan. Russel S dan Norvig P, 2003.
Forward Chaining adalah teknik pencarian yang dimulai dengan fakta yang diketahui, kemudian mencocokan fakta-fakta tersebut dengan bagian IF dari rules IF_THEN. Bila ada fakta yang cocok dengan bagian IF. Maka rule tersebut dieksekusi. Bila sebuah rule dieksekusi, maka sebuah fakta baru (bagian THEN) ditambahkan kedalam database. Setiap rule hanya boleh dieksekusi sekali saja. T. Sutojo, 2010.


Terimakasih dan Semoga bermanfaat..

Sumber:
Hayadi, B. Herawan, S. Kom., M. Kom,. & Prof. Dr, Kasman Rukun. (2016). What Is Expert System. Yogyakarta: Deepublish
Share: